Tidak ada hubungan asmara yang selalu berjalan mulus tanpa masalah atau pertengkaran. Permasalahan komunikasi, keuangan, keluarga, atau kurangnya perhatian jadi beberapa pemicu terjadinya pertengkaran hebat dengan pasangan.

Saat terjadi ketegangan atau perdebatan yang tak kunjung henti, sebaiknya jangan mengikuti ego dan emosi yang meledak-ledak. Saat emosi membuncah, Anda jadi lebih sulit mengontrol tindakan maupun perkataan. Ketika salah satu dari kalian tersakiti hingga dalam, akan sulit untuk memperbaikinya kembali. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan enam hal ini agar hubungan Anda dan kekasih tetap bertahan walaupun didera cobaan berat.

1. Pikirkan dengan Matang dan Dewasa
Terkadang pasangan suka memaksakkan diri untuk tetap bersama karena mereka tidak mau membuat kecewa orang di sekitarnya, seperti keluarga atau teman. Padahal, secara tidak sadar batin Anda tersiksa. Jika hal ini terjadi, ikutilah apa kata hati Anda, jangan ikuti perkataan orang. Namun sebelum memutuskan untuk mengakhiri hubungan, coba pikir matang-matang apakah hubungan Anda masih bisa dipertahankan atau tidak. Kedua belah pihak harus bekerja keras untuk mempertahankan hubungan, jangan hanya sepihak saja.

2. Mencari Akar Permasalahan
Ketika Anda berdua sedang bertengkar, cobalah untuk mencari tahu akar dari permasalahan tersebut. Mengapa pertengkaran bisa terjadi? Mencari akar dari permasalahan akan mempermudah Anda untuk menyelesaikan persoalan.Biasanya pertengkaran sering terjadi karena kurangnya perhatian dari pasangan. Tentunya setiap manusia ingin diperhatikan dan ketika pasangannya kurang memperhatikan, maka mereka akan mulai mencari perhatian dari orang lain dan dari situlah pertengkaran hebat dimulai. Selain kurangnya perhatian, masalah keuangan adalah salah satu pemicu terjadinya pertengkaran hebat.

3. Saling Bertukar Pikiran
Cari waktu dan tempat di mana Anda bisa berduaan dengan pasangan tanpa gangguan dari orang lain agar Anda dapat saling bertukar pikiran. Utarakan perasaan yang Anda rasakan selama menjalin hubungan dengan pasangan. Ungkapkan segala hal yang ada di dalam pikiran Anda secara jujur dan beri juga kesempatan bagi kekasih untuk mengungkapkan isi hatinya.

4. Berargumen dengan Lembut
Argumentasi boleh-boleh saja asalkan dilakukan dengan nada suara yang lembut dan tenang. Nada suara yang meninggi atau yang mengundang konfrontasi hanya akan membuat suasana menjadi lebih parah.

5. Bersama-sama Mencari Solusi
Setelah tahu akar dari permasalaan dan bertukar pikiran satu sama lain, kini saatnya untuk mencari tahu bagaimana cara menyelesaikan masalahnya. Pastikan kedua belah pihak bekerja sama untuk menyelesaikan masalahnya bahkan kalau perlu Anda menghabiskan waktu bersama untuk membuat rencana agar masalah terselesaikan.

Jika komunikasi adalah akar dari permasalahannya, cobalah untuk meluangkan waktu paling tidak 15 menit untuk berbicara dan saling mendengarkan satu sama lain. Hindari argumentasi yang kasar dan berujung pada ‘debat kusir’.