Berpacaran dengan pria yang sangat dekat dengan ibunya (anak mama-red) memerlukan kesabaran dan pengertian yang cukup besar. Rasa sayang dan tergantung yang berlebihan pada sang mama, terkadang membuat kekasihnya merasa selalu dinomorduakan.

Jika Anda sedang menjalin hubungan dengan pria yang anak mama, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Berikut ini tips menghadapi kekasih yang anak mama, seperti dikutip dari eHow.

1. Jangan Berusaha Jadi Nomor Satu
Sadarilah bahwa kekasih Anda adalah pria yang akan mengutamakan kepentingan ibunya di atas segala-galanya. Sekeras apapun usaha Anda untuk yang jadi nomor satu dalam prioritasnya nampaknya sulit untuk berhasil. Jika Anda bersikukuh ingin menjadi yang pertama, justru akan membuat si dia kesal dan bisa saja tidak segan memutuskan tali cinta demi sang mama. Biarkan ia bebas untuk memilih ibunya terlebih dulu dibandingkan Anda. Toh, hubungan kalian masih dalam tahap pacaran dan bukan tidak mungkin, dia akan bertambah sayang karena sikap Anda yang pengertian.

2. Berteman dengan Ibunya
Ibu yang memiliki ‘anak mama’ biasanya akan bersikap antagonis terhadap kekasih anaknya dan hal itu sangat wajar. Ketika sang mama bersikap kurang bersahabat pada Anda, cobalah lihat perspektif dari ibu kekasih Anda. Seorang ibu pasti ingin anaknya bahagia, tapi di sisi lain, dia juga takut kehadiran kekasih akan memisahkan dia dari anaknya. Jika ibu kekasih Anda termasuk tipe yang sangat perhatian dan mengkhawatirkan anaknya, yakinkan bahwa Anda tidak sedang mencoba meregangkan ikatan ibu-anak antara mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan menjalin hubungan yang baik dan mendekatkan diri dengan sang ibu.

3. Luangkan Waktu Berdua dengan Ibunya
Jangan berkunjung ke rumah sang pacar hanya untuk bertemu dengannya saja. Datanglah ke rumah dan temui ibunya saat kekasih tidak ada di rumah. Tindakan ini akan menunjukkan kalau Anda tidak hanya perhatian pada anaknya, tapi juga keluarga anaknya. Jadikan ibu sang pacar sebagai ‘sekutu’, bukan rival. Anda pun bisa sesekali mengajak ibunya ikut dengan Anda dan pasangan ke mal atau restoran. Beri ibunya kesempatan untuk mengenal Anda lebih dekat.

4. Tidak Menyinggung Soal Hubungan Ibu-Anak Saat Bertengkar
Tahan diri Anda sebisa mungkin untuk tidak menyelipkan sifatnya yang ‘anak mama’ saat bertengkar. Misalnya, “Masalah ini terjadi karena kamu terlalu dekat dengan ibu kamu”, atau “Memang susah berbicara dengan pria yang anak mama”. Menyinggung hubungan ibu-anak hanya akan memperparah masalah dan membuat dia hilang respek terhadap Anda.

5. Ungkapkan Perasaan
Jika berbagai cara di atas sudah dilakukan, namun masih ada ganjalan dalam hati, sebaiknya ungkapkan kegundahan Anda pada pasangan. Namun jaga agar kalimat yang diucapkan tidak terkesan menuntut si dia untuk memilih antara Anda atau ibunya. Katakan kalau Anda tidak akan menghancurkan ikatan ibu-anak, karena itu juga tidak mungkin. Tapi beri pengertian bahwa Anda pun ingin dapat perhatian lebih darinya. Minta dia sesekali mengutamakan untuk kencan dibanding datang ke pertemuan keluarga yang direncanakan sang ibu. Jika si dia sungguh menyayangi Anda, dia pasti tidak akan keberatan menurutinya.

6. Jangan Menjadi Orang Lain
Anda tidak perlu bertingkah seperti ibunya hanya untuk menyenangkan hati kekasih. Meniru sifat, kebiasaan, bahkan caranya memasak, hanya akan membuat Anda tidak nyaman dan tidak tulus. Jadilah diri sendiri karena itu yang kekasih suka dari Anda. Jika si dia benar-benar menyayangi Anda, maka dia akan menerima Anda apa adanya.