Dalam bukunya yang berjudul Is He Mr Right?, Mira Kirshenbaum berpendapat, ada hal-hal yang perlu Anda ungkap kepada pasangan, ada pula yang tidak. Jika memang berpotensi memengaruhi masa depan Anda dengannya, sebaiknya biarkan ia tahu.

Bersikap terbuka kepada pasangan memang penting, tetapi tak semua hal bisa dibicarakan. Anda boleh, kok, memiliki rahasia pribadi, asal tak membahayakan hubungan. Apalagi hal-hal yang bisa mengusik ego pria jika Anda mengutarakannya. Inilah beberapa hal yang sebaiknya si dia tak perlu tahu.

* Belanja Barang Mahal
Anda tergoda untuk membeli sepatu cantik yang telah lama menjadi incaran. Harganya yang mahal membuat Anda tak ingin berkata jujur kepada dia. Tak apa, kok, cukup Anda saja yang tahu. Jika ingin jujur, jangan kaget kalau nanti Anda malah mendengar ia bercerita tentang barang mahal yang telah dibelinya, atau bisa juga sebaliknya, menganggap Anda terlalu boros. Asal tahu saja, pria juga senang membeli barang mahal, tetapi mereka pintar untuk menyimpan cerita dari Anda. Mengapa Anda tidak?

* Pria yang Sedang Mengejar Anda
Siapa sih yang tak senang memiliki banyak penggemar? Cukup ceritakan pada sahabat dan tak perlu mengungkapkannya pada pasangan. Pria benci mengetahui ada pria lain yang tertarik pada pasangannya, ini membuat mereka tersaingi dan menganggap kalau Anda telah “kecentilan” di belakangnya. Pria selalu berpikir simpel, jika Anda tak memberi sinyal, mana mungkin pria itu bisa mengejar Anda?

* Selingkuh
Jika Anda pernah terlibat affair dengan pria lain, lebih baik tak mengakuinya sama sekali. Jujur tentang perselingkuhan bisa membuat pria sangat terpukul dan membutuhkan waktu lama untuk mengobati rasa sakitnya. Hanya ada dua pilihan. Pertama, mengakuinya dan menerima apa pun keputusannya (termasuk putus), atau kedua, benar-benar tak mengakuinya dan berjanji pada diri sendiri untuk tak mengulangi.

* Kisah Bersama Mantan
Mengakui jumlah mantan dan menceritakan apa saja yang pernah Anda lalui bersama mereka merupakan sebuah kesalahan besar yang sebenarnya tak perlu. Salah bicara bisa membuatnya memiliki gambaran buruk tentang Anda. Jika ia bertanya, lebih bijak jika Anda menjawab kalau kisah bersama mantan merupakan kisah lalu yang tak perlu lagi dibicarakan.

* Si Dia Tak Bisa Memuaskan Anda
Saat si dia tak bisa memuaskan Anda dalam hal materi, tak perlu berkomentar negatif tentang ini. Penghasilan dan kejantanan merupakan ego terbesar yang dimiliki pria. Ini cukup mengusik perasaannya dan merasa Anda sudah tidak menghargainya sebagai laki-laki.

Jika Memang Harus Jujur…
Sebesar apa pun rahasia yang ingin Anda ungkapkan pasti akan mengundang reaksi, entah baik atau buruk. Tetapi pikirkan dulu, jika tampaknya si dia tak terlalu peduli dan potensi untuk ketahuan sangat kecil, kubur saja dalam-dalam. Namun, jika masalah ini memang besar dan ia perlu tahu, tak ada alasan lagi untuk menutupi. Segera lakukan langkah ini:

* Siap dengan reaksinya. Jujur memang tak selalu mudah, tapi lebih baik Anda mengungkapkan rahasia sejak awal dibanding si dia tahu dari orang lain. Pria memiliki ego yang tinggi, sekali mereka merasa dikhianati atau dibohongi, tertutuplah pintu untuk Anda, kecuali ada niat sungguh-sungguh untuk minta maaf.

* Pilih waktu yang tepat. Jika seminggu ini si dia sedang ribet dengan urusan keluarga atau pekerjaan, lebih baik Anda menyemangatinya sambil memilih waktu lain, atau tanyakan langsung kapan bisa bicara. Jika si dia mempersilakan Anda untuk berbicara saat itu juga, utarakan. Hindari komunikasi lewat telepon atau SMS karena terbukti tidak efektif.

* Pilih tempat yang nyaman. Carilah ruang yang bisa membuat Anda berdua nyaman untuk bercerita dan dia pun bebas untuk mengutarakan pendapatnya. Berbeda dengan perempuan, pria tak suka untuk mengutarakan pikirannya di depan umum, apalagi kalau ingin marah. Tempat ini bisa membuatnya memendam perasaan dan tak bisa bersikap terbuka. Berbicara di mobil saat menuju restoran bisa jadi pilihan, atau pilih saja resto yang tak terlalu ramai.

* Minta maaf. Jika si dia tak masalah dengan pengakuan Anda, tak perlu memperpanjang lagi, beralihlah pada topik yang lebih seru untuk dibicarakan. Namun, jika si dia terlihat sulit menerima, segeralah minta maaf. Utarakan kalau Anda merasa sangat bersalah atau malu untuk mengungkapkannya.Katakan juga kalau sebenarnya Anda ingin membicarakan ini sebelumnya, tetapi bingung mengutarakan.

Setuju dengan saran ini?