Sebuah penelitian yang dilangsungkan di Kanada untuk mencari tahu perbedaan antara pria dan wanita dalam hal perasaan bersalah. Hal ini dilaporkan dalam jurnal Science.

Eksperimen yang menyangkut 66 relawan (pria dan wanita) selama 2 minggu merekam emosi mereka yang diasosiasikan dengan hubungan satu dan yang lain. Saat menganalisa hasilnya, para ahli menemukan bahwa dibandingkan dengan wanita, pria jarang minta maaf dan mengaku bersalah dalam sebuah konflik. Wanita, secara umum 35 persen kali lebih sering minta maaf ketimbang pria, dan kadang menggunakan kata “maaf” itu dalam sikap yang negatif. Namun, di penelitian tersebut juga, diketahui, para wanita lebih kasar dan menggunakan lebih banyak kata-kata yang mencela, hal ini 30 persen lebih banyak dari pria.

Penulis dari eksperimen ini menemukan bahwa pria lebih kebal dari hinaan dan celaan ketimbang perempuan. Reaksi pria saat mendapat serangan kasar ternyata pun lebih kalem ketimbang perempuan. Reaksi perempuan saat mendapat serangan atau celaan dengan menangis dan diambil hati, bahkan bila kata-kata kasar itu datang dari orang yang tak mereka kenal sekalipun.

Para peneliti menekankan perbedaan dalam perasaan bersalah pria dan wanita saat mereka berada dalam hubungan romantis. Perempuan lebih merasa takut untuk menyakiti pasangannya, hingga mereka meminta maaf lebih emosional ketimbang pria yang cenderung rasional dan logis dalam menilai sebuah permintaan maaf.