Perceraian bisa terjadi pada siapapun akibat berbagai hal. Tim peneliti University of Michigan, Amerika Serikat, berusaha mencari tahu yang menjadi penyebab utama perceraian dan memprediksinya.

Peneliti menyimpulkan bahwa ada kemungkinan untuk memprediksi durasi perkawinan. Prediksi itu berdasarkan pengamatan terhadap pasangan menikah ketika mendiskusikan masalah kontroversial.

Tim melakukan percobaan terhadap 373 pasangan yang diikuti selama 16 tahun. Tingkat perceraian yang terjadi mencapai 46 persen.

Indikasi yang paling mencolok dari kerapuhan hubungan justru ditunjukkan ketika salah satu pasangan terlampau tenang menghadapi persoalan serius. Pola lain adalah ketika salah satu sedang memahami pandangan dan perasaan pasangannya, namun si pasangan justru menghindar.

Hubungan cenderung semakin bermasalah ketika salah satu pasangan mulai malas menyelesaikan masalah penting dengan pergi dari rumah. Ketika ini terjadi, potensi perceraian cenderung semakin tinggi.

Peneliti menyarankan kepada para pasangan untuk tak mengabaikan masalah penting dalam rumah tangga. Jangan biarkan masalah mengendap dan menjadi bumerang.