Banyak penelitian dilakukan untuk mencari tahu sebab kegagalan atau kesuksesan sebuah pernikahan. Dari berbagai penelitian yang dikumpulkan oleh jurnalis dan penulis Anneli Rufus, didapati sejumlah fakta. Salah satunya penelitian yang menunjukkan bahwa prediksi tentang keberhasilan pernikahan bisa dilihat dari foto seseorang saat masih berusia belia.

Seseorang yang tersenyum dalam foto sewaktu kecil bisa menjadi pertanda pernikahan yang langgeng. Sebaliknya, foto tanpa ekspresi saat kecil menandakan pernikahan tak berhasil dan berujung pada perceraian.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Motivation and Emotion. Dalam jurnal disebutkan, dari sejumlah responden yang memiliki foto kecil sambil tersenyum, hanya 10 persennya yang pada akhirnya bercerai. Sedangkan, mereka yang berfoto tanpa ekspresi, 31 persennya mengaku mengalami perceraian.

Studi lain menunjukkan, penari dan koreografer memiliki peluang sebesar 43 persen atas perceraian. Sedangkan mereka yang bekerja sebagai ahli matematika, peluangnya hanya 19 persen saja untuk bercerai. Artinya para ahli matematika ini lebih banyak yang berhasil menjalani pernikahan daripada penari atau koreografer.

Psikolog Radford University menyebutkan konklusi lain. Mereka memperhitungkan probabilitas kesuksesan pernikahan berdasarkan karier pasangan. Hasilnya menunjukkan, mereka yang memiliki pasangan terapis pijat memiliki peluang keberhasilan pernikahan lebih tinggi, sebanyak 38 persen. Sedangkan dokter gigi peluangnya hanya delapan persen atas keberhasilan pernikahan. Demikian laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Polce and Criminal Psychology.

Menurut Rufus, semua fakta ini bicara angka. Namun bukan sekadar angka saja, tambahnya. Karena dari angka inilah bisa dikenali gambaran umumnya dan menggali berbagai faktor penyebab perceraian. Setidaknya angka ini memicu terjadinya komunikasi yang akan membantu pasangan menemukan solusi untuk mengenali cara menyukseskan pernikahan, kata Rufus.