Yang paling membuat wanita bahagia ternyata bukan bertemu pria idaman atau jodoh. Wanita justru merasa paling bahagia ketika berhasil meraih tubuh langsing ideal.

Kesimpulan itu berdasar penelitian Max Planck Institute for Human Development di Berlin, Jerman, selama 24 tahun.

Dari penelitian diketahui, berat badan memiliki dampak yang lebih besar pada semangat wanita, dibandingkan kehidupan percintaan. Tampaknya, obesitas lebih menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan dibandingkan menjadi lajang. Tubuh langsing lebih memberikan kepuasan hidup dibandingkan sebuah keharmonisan hubungan.

Para ahli mengatakan, stigma buruk obesitas memberi pengaruh besar pada hampir setiap aspek kehidupan wanita. Orang yang mengalami obesitas merasa mendapat stigma bodoh, malas atau tidak dipedulikan,” kata Dr Pam Spurr, psikolog dan penulis buku ‘How to be a Happy Human’, seperti dikutip dari Daily Mail.

“Aku telah banyak menangani pasien obesitas atau kelebihan berat badan. Kondisi tersebut selalu ada dalam pikiran mereka,” ujarnya. “Pemikiran itu bukan terletak di belakang tetapi di depan, karena kita hidup di dalam masyarakat yang mengevaluasi ukuran, bentuk tubuh, dan penampilan yang menarik.”

Pemikiran itu sangat kontras dengan stigma lajang yang lebih diterima oleh masyarakat. Meski demikian, wanita tetap merasa kehidupan rumah tangga yang baik lebih penting dibandingkan karier cemerlang. Bagi wanita karier, pekerjaan yang berat jauh lebih menyenangkan daripada tidak memiliki pekerjaan.

Penelitian itu juga mengungkap, wanita yang sudah menemukan jodoh merasa lebih bahagia ketika fokus hubungan memikirkan rencana membangun rumah impian, daripada mengejar karier. Penelitian ini dilakukan pada sejumlah warga Jerman selama 1984 hingga 2008.