Jika kuantitas tidur kurang dari lima jam sehari, termasuk tidur siang, akan memperbesar risiko menderita angina, penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

Penelitian ini dilakukan Karin Zeitvogel di Fakultas Kedokteran West Virginia University dan dituliskan di jurnal ”Sleep”—terbitan American Academy of Sleep Medicine (AASM) dan the Sleep Research Society—edisi Minggu (1/8) di Washington, AS.

Karin menyebutkan, kelompok usia berisiko terbesar adalah di bawah 60 tahun yang tidur lima jam atau kurang dalam semalam. Mereka berisiko terserang kardiovaskuler tiga kali lipat lebih dibanding orang yang tidur tujuh jam.

David Dinges, kepala Unit Tidur dan Khronobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania menemukan, 142 orang dewasa yang tidur amat terbatas selama lima hari, lebih lambat bereaksi dan sulit fokus.

”Satu atau dua jam tambahan tidur di pagi hari setelah periode kerugian tidur kronis bermanfaat untuk pemulihan kewaspadaan,” ujar Dinges.

Pihak AASM merekomendasikan: orang dewasa tidur sekitar tujuh sampai delapan jam setiap malam agar tak terkena risiko penyakit jantung.

Iklan